Minggu, 16 Januari 2022

KELAHIRAN PREMATUR

 

Gejala Kelahiran Prematur

Gejala kelahiran prematur hampir serupa dengan gejala atau tanda hendak melahirkan, yaitu:

  • Nyeri pinggang
  • Kontraksi setiap 10 menit
  • Kram di perut bagian bawah
  • Keluar cairan dan lendir yang semakin banyak dari vagina
  • Perdarahan vagina
  • Peningkatan tekanan di bagian panggul dan vagina
  • Mual dan muntah

Ciri-Ciri dan Penanganan Bayi Prematur

Secara fisik, bayi yang lahir prematur akan terlihat berbeda dari bayi yang lahir normal. Ciri lain bayi prematur adalah:

  • Tubuh bayi berukuran lebih kecil dengan ukuran kepala yang sedikit lebih besar
  • Diselimuti bulu halus yang tumbuh lebat di seluruh tubuh
  • Tubuh bayi tidak sebulat bayi yang lahir normal, karena kekurangan lemak tubuh
  • Suhu tubuh yang rendah
  • Sulit bernapas karena perkembangan paru yang belum sempurna
  • Belum bisa mengisap dan menelan dengan sempurna sehingga sulit menerima asupan makanan

Pencegahan Kelahiran Prematur

Langkah pencegahan utama kelahiran prematur adalah dengan menjaga kesehatan, sebelum dan selama masa kehamilan. Upaya ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Periksakan kehamilan secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko kelahiran prematur.
  • Konsumsi makanan sehat,bergizi lengkap, dan seimbang sebelum dan selama hamil.
  • Hindari paparan asap rokok, bahan kimia, dan zat berbahaya lainnya.
  • Penuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih.
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
  • Pertimbangkan jarak kehamilan, karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur bila kurang dari 6 bulan.
  • Konsumsi obat-obatan secara teratur dan sesuai dengan anjuran dokter jika menderita penyakit kronis.

Penanganan Kelahiran Prematur

Penanganan kelahiran prematur tergantung pada kondisi kehamilan dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Prosedur penanganan awal terhadap kelahiran prematur adalah:

Rawat inap

Pasien dianjurkan untuk menjalani rawat inap agar dokter dapat memantau kondisi ibu hamil dan janin. Di rumah sakit, dokter atau perawat akan memberikan cairan dan obat melalui infus.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang akan diberikan dokter meliputi:

  • Obat tokolitik, untuk mengurangi atau menghentikan kontraksi, seperti terbutalin dan isoxsuprine
  • Kortikosteroid, untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin
  • Magnesium sulfat, untuk mengurangi risiko gangguan atau kerusakan pada otak janin yang harus dilahirkan sebelum minggu ke–32
  • Antibiotik, jika kelahiran prematur disebabkan oleh infeksi.

Penjelasan lebih lanjut mengenai faktor penyebab dan Cara Mencegah Persalinan Prematur

TANDA-TANDA MAU MELAHIRKAN

 

1. Sakit Punggung dan Perut Kram



Banyak wanita mengalami sakit punggung, terutama nyeri tumpul di punggung bawah, saat persalinan mendekat.

Rasa sakit ini pada beberapa wanita biasanya seperti yang dialami saat mengalami menstruasi bulanan.

Hal ini dikarenakan otot dan persendian kita meregang dan bergeser untuk persiapan kelahiran.

Tapi 33 persen wanita akan merasakan lebih banyak sakit di punggung bawah, terkadang karena perubahan posisi bayi.

Nyeri punggung bisa menyertai kontraksi yang dirasakan di lokasi lain atau bisa terjadi dengan sendirinya.

Sering kali juga mengalami pelonggaran sendi, terutama di daerah panggul, saat trimester ketiga berlangsung, sebagai tanda-tanda mau melahirkan.

2. Sendi Terasa Lebih Longgar



Sepanjang kehamilan, hormon relaxin telah membuat ligamen Moms sedikit melonggar. Sebelum melahirkan, kita mungkin memperhatikan bahwa persendian di seluruh tubuh akan terasa sedikit kurang kencang dan lebih rileks.

Otot dan persendian akan meregang dan bergeser sebagai tanda-tanda mau melahirkan.

Tanda-tanda mau melahirkan ini hanya cara alami untuk membuka panggul kita agar nantinya saat persalinan, Si Kecil bisa dilahirkan dengan lancar ke dunia.


3. Mengalami Diare



Sama seperti otot-otot dalam rahim kita yang santai dalam persiapan untuk kelahiran, demikian juga otot-otot lain di tubuh kita, termasuk bagian dubur.

Kondisi ini dapat menyebabkan diare, gejala persalinan yang sedikit mengganggu yang akan dialami beberapa wanita selama kehamilan.

Perubahan pola makan, pengaruh hormonal, atau vitamin prenatal juga dapat menyebabkan diare.

Namun, jika mendekati tanda-tanda mau melahirkan, otot dubur terasa lebih longgar dari biasanya mungkin merupakan tanda bahwa persalinan sudah dekat.

Meski tidak nyaman dan mengganggu, tanda-tanda mau melahirkan ini akan normal terjadi. Pastikan untuk tetap terhidrasi dengan baik ya Moms.

4. Merasa Sangat Kelelahan




Dengan perut buncit, kandung kemih yang terus aktif dan kelelahan, kadang-kadang Moms bisa merasa seperti mengalami kemunduran, sehingga menjadikan sulit (bahkan tidak mungkin) tidur nyenyak tiap malam sebagai tanda-tanda mau melahirkan.

Usahakan tidur siang setiap hari selagi bisa.

Namun, beberapa ibu justru terlihat energik saat mendekati persalinan, dan tidak bisa menahan dorongan kuat untuk bersih-bersih dan menata rumah.

Tidak apa-apa, lakukan saja selama Moms tidak terlalu menguras energi!


5. Lebih Sering Buang Air Kecil



Tanda-tanda mau melahirkan normal yang pertama adalah menjadi lebih sering buang air kecil.

Posisi bayi yang semakin turun, mulai memberikan tekanan pada paru-paru dan mulai mendesak kandung kemih.

Keinginan untuk buang air kecil pun akan semakin meningkat, saat janin mencapai posisi kepala di bawah. Moms akan sering ke kamar kecil untuk pipis.

"Frekuensi buang air kecil meningkat, karena kepala bayi yang turun ke rongga panggul membuat rahim menekan kandung kemih," jelas dr. Zeissa.


PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PERSALINAN

A. PERUBAHAN UTERUS








Di uterus terjadi perubahan saat masa persalinan, perubahan yang terjadi sebagai berikut:

 1. Kontraksi uterus yang dimulai dari fundus uteri dan menyebar ke depan dan ke bawah abdomen

 2. Segmen Atas Rahim (SAR) dan Segmen Bawah Rahim (SBR)

    a. SAR dibentuk oleh corpus uteri yang bersifat aktif dan berkontraksi Dinding akan bertambah tebal             dengan majunya persalinan sehingga mendorong bayi keluar

    b. SBR dibentuk oleh istmus uteri bersifat aktif relokasi dan dilatasi. Dilatasi makin tipis karena terus             diregang dengan majunya persalinan


B. PERUBAHAN BENTUK RAHIM 





Setiap terjadi kontraksi, sumbu panjang rahim bertambah panjang sedangkan ukuran melintang dan ukuran muka belakang berkurang. Pengaruh perubahan bentuk rahim ini:

 1. Ukuran melintang menjadi turun, akibatnya lengkungan punggung bayi turun menjadi lurus, bagian atas bayi tertekan fundus, dan bagian tertekan Pintu Atas Panggul.

 2. Rahim bertambah panjang sehingga otot-otot memanjang diregang dan menarik. Segmen bawah rahim dan serviks akibatnya menimbulkan terjadinya pembukaan serviks sehingga Segmen Atas Rahim (SAR) dan Segmen Bawah Rahim (SBR).


C. FAAL LIGAMENTUM ROTUNDUM

 1. Pada kontraksi, fundus yang tadinya bersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut depan kearah depan. Perubahan letak uterus pada waktu kontraksi ini penting karena menyebabkan sumbu rahim menjadi searah dengan sumbu jalan lahir.

 2. Dengan adanya kontraksi dari ligamentum rotundum, fundus uteri tertambat sehingga waktu kontraksi fundus tidak dapat naik ke atas. 


D. PERUBAHAN SERVIKS 





 1. Pendataran serviks/Effasement Pendataran serviks adalah pemendekan kanalis servikalis dari 1-2 cm menjadi satu lubang saja dengan pinggir yang tipis. 

2. Pembukaan serviks adalah pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupa suatu lubang dengan diameter beberapa milimeter menjadi lubang dengan diameter kira-kira 10 cm yang dapat dilalui bayi. Saat pembukaan lengkap, bibir portio tidak teraba lagi. SBR, serviks dan vagina telah merupakan satu saluran.


 E. PERUBAHAN PADA SISTEM URINARIA 



Pada akhir bulan ke 9, pemeriksaan fundus uteri menjadi lebih rendah, kepala janin mulai masuk Pintu Atas Panggul dan menyebabkan kandung kencing tertekan sehingga merangsang ibu untuk sering kencing. Pada kala I, adanya kontraksi uterus/his menyebabkan kandung kencing semakin tertekan. Poliuria sering terjadi selama persalinan, hal ini kemungkinan disebabkan karena peningkatan cardiac output, peningkatan filtrasi glomerolus, dan peningkatan aliran plasma ginjal. Poliuri akan berkurang pada posisi terlentang. Proteinuri sedikit dianggap normal dalam persalinan. Wanita bersalin mungkin tidak menyadari bahwa kandung kemihnya penuh karena intensitas kontraksi uterus dan tekanan bagian presentasi janin atau efek anestesia lokal. Bagaimanapun juga kandung kemih yang penuh dapat menahan penurunan kepala janin dan dapat memicu trauma mukosa kandung kemih selama proses persalinan. Pencegahan (dengan mengingatkan ibu untuk berkemih di sepanjang kala I) adalah penting. Sistem adaptasi ginjal mencakup diaforesis dan peningkatan IWL (Insensible Water Loss) melalui respirasi.



KONSEP PERSALINAN NORMAL

Membuat perempuan merasa nyaman selama persalinan. Memfasilitasi perempuan melahirkan dengan posisi sesuai dengan keinginannya. Meyakini kepala janin dapat menyesuaikan diri dengan pelvic. Membuat keputusan klinis yang tepat bila terjadi kelainan yang umum dan tidak berbahaya. Meyakini kehadiran keluarga dan teman membawa manfaat pada proses persalinan. Mendampingi perempuan dalam persalinan membutuhkan kesabaran dan kerja keras

 


Partus Normal

Konsep Partus normal adalah dimulai sesuai dengan waktunya, tanpa ada pemberian obat tertentu. Selama persalinan usahakan Ibu bebas bergerak dan mendapat dukungan terus menerus.   Hindari intervensi rutin. Biarkan untuk meneran spontan dalam posisi tegak atau posisi normal gravitasi, Tidak memisahkan ibu dan bayi setelah bayi lahir.  

 

Mempersiapkan Persalinan Normal

Pelayanan ANC yang terfokus memperhatikan kebutuhan perempuan baik fisik, emosional dan sosial dan mengatasi masalah bersama perempuan. Dalam mempersipakan partus normal Bidan melakukan pemeriksaan yang bermanfaat bagi perempuan dan memfasilitasi perempuan untuk melahirkan sesuai dengan keinginannya. Tidak menakut-nakuti sehingga mempengaruhi keputusan dan keinginan perempuan/ibu.

 

 

 

Asuhan Persalinan Kala I

Memeriksa perempuan pada awal persalinan dan meyakinkan perempuan dalam keadaan normal. Memberi dukungan non pharmakologikal dalam persalinan dengan cara pijatan/masage, hypnotherapy, hydrotherapy. Lakukan Deteksi dini komplikasi. Lakukan pendampingan terhadap perempuan secara terus menerus pada fase aktif. Tidak buru – buru pada saat ibu meneran, membuat rutin episiotomi, Tidak segera memandikan bayi, dan memisahkan bayi dari ibunya.

 

Asuhan Persalinan Kala II

  • Sebaiknya dibiarkan spontan tanpa struktur, lakukan sesuai dengan instink ibu
  • Sebaiknya tidak ada pembatasan waktu bila kesejahteraan ibu dan janin baik
  • Rutin Valsava atau meneran dengan cara menahan napas dapat membahayakan ibu dan janin
  • Ibu seharusnya didukung dan dianjurkan untuk meneran spontan kadang sering diikuti dengan suara
  • Pendekatan fleksibel terhadap keinginan meneran lebih awal, tergantung pada pembukaan serviks dan tanda lain
  • Perempuan sebaiknya dianjurkan untuk memilih posisi tegak pada kala II persalinan.

Pada Persalinan Kala II

  • Posisi Ibu dapat Berdiri, Jongkok, Duduk, Dalam Air, Supine – Lateral, sesuai kenyamanan
  • Ibu meneran sesuai dengan keinginannya
  • Bidan mendampingi ibu selama proses kelahiran dan menolong kelahiran bayi

 

Asuhan Persalinan Kala III

  • Dalam kondisi normal Uterus akan segera berkontraksi segera (dalam 2 menit) setelah bayi lahir
  • Plasenta akan lahir spontan
  • Rutin Manajemen Kala III wajib dilakukan pada ibu yang berisiko Perdarahan postpartum (Makrosomia, Gemelli, Riwayat Perdarahan, partus di fasilitas yang jauh dari fasilitas rujukan)
  • Rutin Manajemen Aktif Kala III membuat ketidaknyaman.

 

Asuhan Partus Kala IV

  • Observasi perdarahan, kontraksi uterus, TTV setiap 15 menit dalam 1 jam pertama, tiap 30 menit dalam 1 jam kedua
  • Dalam 2 jam pertama postpartum masih merupakan masa kritis terjadi perdarahan postpartum.

untuk lebih jelasnya tentang tahapan persalinan normal, bisa di lihat pada video berikut >https://youtu.be/cvLxcYMn68w

KONSEP DASAR PERSALINAN

Dalam pengertian sehari-hari persalinan sering diartikan serangkaian kejadian pengeluaran bayi yang sudah cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, berlangsung dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan ibu sendiri). Ada beberapa pengertian persalinan, yaitu sebagai berikut : 

1. Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melaui jalan lahir (Moore, 2001). 

2. Persalinan adalah suatu proses dimana seorang wanita melahirkan bayi yang diawali dengan kontraksi uterus yang teratur dan memuncak pada saat pengeluaran bayi sampai dengan pengeluaran plasenta dan selaputnya dimana proses persalinan ini akan berlangsung selama 12 sampai 14 jam (Mayles, 1996). 

3. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar (Prawirohardjo, 2002). 

4. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37–42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Prawirohardjo, 2002).


A. MACAM MACAM PERSALINAN 

1. Persalinan Spontan

Yaitu persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri, melalui jalan lahir ibu tersebut. 



2. Persalinan Buatan Bila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi forceps, atau dilakukan operasi Sectio Caesaria.


 

3. Persalinan Anjuran Persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin. 


B. PERSALINAN BERDASARKAN UMUR KEHAMILAN

1. Abortus Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gr. 

2. Partus immaturus  Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir  4 Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gram dan 999 gram. 

3. Partus prematurus Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000 gram dan 2499 gram.

 4. Partus maturus atau a’terme Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih. 5. Partus postmaturus atau serotinus Pengeluaran buah kehamilan setelah kehamilan 42 minggu.


C.TUJUAN ASUHAN PERSALINAN

Adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajad kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal dengan asuhan kebidanan persalinan yang adekuat sesuai dengan tahapan persalinan sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optima

KELAHIRAN PREMATUR

  Gejala Kelahiran Prematur Gejala kelahiran prematur hampir serupa dengan gejala atau tanda hendak melahirkan, yaitu: Nyeri pinggang Kontra...